You are currently viewing Sejarah Berdirinya Pondok

Sejarah Berdirinya Pondok

SEJARAH SINGKAT
YAYASAN PONDOK PESANTREN MAMBA’UL ULUM
BEDANTEN BUNGAH GRESIK

Mengenal Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Bedanten Bungah Gresik, tidak bisa kita lupakan sosok sang guru yang bernama K. H. Fatah Abdul Aziz, yang lahir pada tanggal 30 Juli 1935. Nama kecil beliau sampai remaja dipanggil Matukan, akan tetapi pada saat beliau nyantri, menuntut ilmu di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang pada tahun 1957 – 1958, oleh Sang Kyai yang juga termasuk tiga serangkai Pendiri Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, yaitu K. H. Bisri syansuri, nama beliau diganti oleh gurunya (K. H. Bisri Syansuri) menjadi Fatkhan. Sejak itulah beliau dikenal dan dipanggil dengan nama Fatkhan.

Pada tahun 1956, di usia 21 tahun, beliau bersama K. H. Syamsuri diajak mendirikan madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) di desa Bedanten dan dia ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris Panitia (sekarang namanya Pengurus). Karena merasa bekal ilmu agama kurang, maka pada tahun 1957 beliau berangkat ke Pondok Pesantren untuk menuntut Ilmu agama di Pondok Pesantren Denanyar Jombang (saat ini bernama Pondok pesantren Mamba’ul Ma’arif). Tidak dalam waktu yang lama beliau nyantri di pesantren tersebut, sekitar 2 (dua) tahun, pada awal tahun 1959 beliau diminta boyong alias pulang dari pondok karena akan dinikahkan / dimbil menantu oleh K. H. Syamsuri. Atas permintaan dan dorongan K. H. Syamsuri dan ayahandanya yaitu Abdul Mukri, maka beliaupun tidak bisa menolak dan berpamitan kepada gurunya yaitu K. H. Bisri Syamsuri. Gurunya pun memberikan doa agar ilmu yang beliau peroleh selama di pondok pesantren bermanfaat dan mengizinkan dengan memberi pesan agar mengamalkan Ilmu yang dipelajari, memegang teguh ajaran agama Islam, dan memperjuangkan organisasi Nahdlatul Ulama terutama melalui pendidikan.

Sekembali dari pondok pesantren, beliau aktif membantu di madrasah, dan pada tahun 1969, beliau bersama H. Khotib Hamid (pendiri madrasah yang saat itu sebagai ketua pengurus) mendirikan Taman Kanak-kanak  (TK)Muslimat 12 Bedanten. Kemudian pada awal beliau ditujuk sebagai ketua pengurus tahun 1972, beliau mendirikan Madrasah Tsanawiyah dan Pada sekitar tahun 1973, beliau bersama K. H. Zaeni dari Sungonlegowo sowan ke Mbah K. H. Wahab Hasbullah, Pengasuh  Pondok Pesantren Tambak beras Jombang (sekarang Bahrul Ulum) untuk meminta nama lembaga yang ada di desannya yang saat itu masih bernama MINU, akhirnya oleh Mbah Yai Wahab beliau diberi nama Mamba’ul Ulum. Sejak itulah nama MINU berubah menjadi Madrasah Ibtidaiyah Mamba’ul Ulum Bedanten.

Pada tahun 1987, beliau sebagai ketua pengurus bersama Bapak H. R. Abdul Majid, Bapak Munawar, K. Ahmad Sofwan, dan guru lainnya mendirikan Madrasah Aliyah Mamba’ul Ulum (MAMU) Bedanten. Pada sekitar tahun 1988, Bapak Abdul Hakim Aziz (Putra ke-tiga dari K. H. Fatah Abdul Aziz) dan Bapak Nasikhuddin sebagai Alumni madrasah tsanawiyah Mamba’ul Ulum Bedanten, saat itu masih mahasiswa semester 4, mengajukan proposal bantuan buku-buku untuk  perpustakaan di mamba’ul ulum kepada Kementerian Agama (saat itu Departemen Agama) dengan mengatasnamakan pondok pesantren Mamba’ul Ulum, karena informasi tentang bantuan buku-buku tersebut diperuntukkan bagi madrasah yang ada dibawah naungan pondok pesantren. Proposal tersebut menuaikan hasil sehingga Madrasah Aliyah Mamba’ul Ulum mendapatkan bantuan buku dari Departemen agama. Sejak itulah Identitas / nama Pondok pesantren Mamba’ul Ulum tercatat di Departemen Agama.

Pada sekitar tahun 1989, Pondok Pesantren Mamba’ul ulum Bedanten yang saat itu belum memiliki Izin operasional mendapatkan undangan dari Departemen Agama untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Kebijakan Departemen Agama saat itu. Akhirnya Bapak K. H. Fatah Abduk Aziz mengirimkan Bapak Munawar SPD (Almarhum) sebagai pengurus pondok untuk mengikuti kegiatan tersebut . Dan pada tahun 1992 Bapak Abdul Hakim Aziz (putra ketiga) mengajukan secara resmi Izin Operasional Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Bedanten kepada Departemen Agama Kabupaten Gresik bersamaan dengan pendirian Taman Pendidikan Al-Qur’an Mamba’ul Ulum dan Madrasah Diniyah Mamba’ul Ulum Bedanten. dan sejak itulah Nama Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Bedanten tercatat secara resmi di Kementerian Agama (saat itu Departemen Agama). Selanjutnya pada tahun 2010 pondok pesantren Mamba’ul Ulum Bedanten mendapatkan Piagam Ijin Operasional dari Kementerian Agama Kabupaten Gresik berdasarkan Keputrusan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Nomor: Kd.13.25/6/PP.00.7/13/SK/2010 tanggal 11 Oktober 2010, dan yang terakhir mendapatkan Piagam Statistik Pesantren dengan Nomor: 016830 dan Nomor Statistik Pesantren (NSP): 510035250015 yang berlaku selama pesantren memenuhi ketentuan pendirian pesantren.

 

Pengasuh Pondok

Ttd

Drs. KH. Abd. Hakim Aziz, M.Ag

Leave a Reply